Rabu, 28 Agustus 2013

Penjelasan singkat Pendekatan/Metode Pembelajaran di Sekolah..

Ada delapan komponen utama dalam Pendekatan pembelajaran yaitu sebagai berikut: a. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Siswa dapat mengatur diri sendiri sebagai orang yang belajar secara aktif dalam mengembangkan minatnya secara individu, orang yang dapat bekerja sendiri atau bekerja dalam kelompok, dan orang yang dapat belajar sambil berbuat. b. Melakukan kegiatan-kegiatan yang signifikan (doing significant work) Siswa membuat hubungan-hubungan antara sekolah dan berbagai konteks yang ada dalam kehidupan nyata sebagai pelaku bisnis dan anggota masyarakat. c. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated learning) Siswa melakukan pekerjaan yang signifikan; ada tujuannya, ada urusannya dengan orang lain, ada hubungannya dengan penentuan pilihan, dan ada produknya/hasilnya yang sifatya nyata. d. Bekerja sama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok, membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. e. Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking) Siswa dapat menggunakan tingkat berpikir yang lebih tinggi secara kritis dan kreatif; dapat menganalisis, membuat sintesis, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan menggunakan logika dan bukti-bukti. f. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nurturing the individual) Siswa memelihara pribadinya; mengetahui, memberi perhatian, memiliki harapan-harapan yang tinggi, memotivasi dan memperkuat diri sendiri. g. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Siswa mengenal dan mencapai standar yang tinggi; mengidentifikasi tujuan dan memotivasi siswa untuk mencapainya. h. Menggunakan penilaian autentik (using authentic assesment) Siswa menggunakan pengetahuan akademis dalam konteks dunia nyata untuk suatu tujuan yang bermakna..... Baca Selengkapnya di : HTTP://WWW.M-EDUKASI.WEB.ID/2013/06/PENDEKATAN-PEMBELAJARAN.HTML
Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia

Kamis, 25 April 2013

Causative have and get
Causative means to ask somebody to do something as he/she wants..
Causative can be divided into two parts: 
a. Causative HAVE (make, let)
b. Causative GET (ask, order, help, tell)
 And causative can be formed into active and passive.

Active Causative:
S1+Have (see the tenses)+ Obj(person)+Verb1+Obj(thing)
S1+Get (see the tenses) + Obj (person) + To Verb 1+ Obj (thing)

Examples: 
I will have the barber cut my hair
I will ask the barber to cut my hair.
I will make the barber cut my hair.

 Note: The verbs as make, let, ask, order, help, tell only used in active causative

Passive Causative:
S1+Have/Get+ Obj(thing) + Verb3 + by + Obj(person)

Examples: 
She has her skirt cleaned by Bik Inah.
They had had the tasks submitted by the class monitor.
He got his motorbike repaired soon.



Kamis, 30 Juni 2011

Guru Pria Setubuhi Siswi 15 Tahun Setelah Pacari Selama 2 Bulan

Guru Pria Setubuhi Siswi 15 Tahun Setelah Pacari Selama 2 Bulan
Tribun Medan - Jumat, 10 Juni 2011 22:58 WIB
Share |
net
Ilustrasi Penyetubuhan
TRIBUN-MEDAN.com - Seorang guru pria yang kini dipecat dijatuhi hukuman penjara selama 10 bulan, Jumat (10/6/2011). Demikian dilansir The Straits Times.

Pria berusia 25 tahun ini dinyatakan bersalah karena ngeseks dengan siswi berumur 15 tahun dan masih di bawah umur di rumahnya di Woodlands, pada 20 Mei tahun lalu. Pria ini identitasnya dirahasiakan untuk melindungi jati diri gadis yang kini berusia 16 tahun.

Dalam sidang yang berlangsung di pengadilan distrik Singapura terungkap jika si terdakwa adalah guru bantu dan bertukar nomor telepon dengan si gadis. Perkenalana ini bermula ketika si guru bantu meminta surat dari orangtua siswi bersangkutan mengapa ia tak muncul di sekolah selama beberapa hari.

Keduanya kemudian pergi ke bioskop pada Maret 2010 dan melakukan hubungan percintaan diam-diam. Setelah dua bulan pacaran, si guru ini pergi ke rumah siswi dan menyetubuhinya di sana. Hubungan mereka kemudian berakhir pada Juni tahun lalu.

Selasa, 28 Juni 2011

Manajemen Sekolah Inklusi "Masih Memble"

KARTA, KOMPAS.com - Saat ini jumlah sekolah inklusi untuk tingkat sekolah dasar (SD) di DKI Jakarta sudah mencapai 164 sekolah. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengungkapkan, nantinya sekolah-sekolah inklusi itu akan dilebarkan lagi.
"Sudah bertambah sekolah inklusi di Jakarta, namun masih terkendala beberapa hal hingga saat ini," kata Taufik ketika konferensi pers mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru di Jakarta, Selasa (28/6/2011).
Menurutnya, saat ini yang menjadi kendala berkembangnya sekolah inklusi ini adalah pengelolaan manajemen sekolah ini. Selain itu, tenaga kerja yang memiliki kapabilitas dalam mengajar anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) masih dinilai kurang.
"Berkebutuhan khusus itu kan macam-macam. Untuk yang tuna netra, low vision atau tuna rungu itu butuh tenaga khusus juga, itu pun masih minim," ungkap Taufik.
Kendati demikian, ia menyatakan bahwa setiap tahun jumlah sekolah inklusi akan bertambah. Ia menuturkan, untuk mengembangkan sekolah ini anggarannya sudah disiapkan. Memang, lanjut Taufik, keberadaan sekolah inklusi masih belum menjadi andalan untuk melayani ABK.
Ia menambahkan, masih sedikitnya jumlah sekolah inklusi dan lokasinya yang jauh agak menyulitkan para siswa ABK. Oleh karena itu, selain perlunya ditambah jumlah sekolah, guru pembimbing khusus bagi anak-anak tersebut supaya tidak ketinggalan dalam pembelajaran juga harus dipertimbangkan. Dengan demikian, pihak sekolah mampu mengidentifikasi para ABK dan memberikan perlakuan terbaik terhadap mereka.

Senin, 20 Juni 2011

Carut Marut Dunia Pendidikan Indonesia 2013..

Saudara-saudari rekan-rekan guru bagaimanakah menurut Anda tentang sertifikasi guru, tuntaskah menurut Anda sertifikasi tersebut pada tahun 2014?Ataukah hal tersebut juga akan sama dengan nasib guru-guru honor negeri yang terkatung-katung sampai saat ini masih ada yang belum diangkat jadi PNS?Apakah anggaran pendidikan sebesar 20% itu digunakan secara tepat sasaran?Ataukah masuk ke pos yang tidak seharusnya ditempatkan?

Akan dibawa kemanakah pendidikan kita ini nantinya? Lihat apa yang sudah, sedang dan yang terjadi di tahun 2013 ini. Carut marut dunia pendidikan ini hanyalah kegelisahan orang-orang yang peduli akan pendidikan anak bangsa ini dikemudian hari. Sudah seharusnya para bapak-bapak yang ada di atas dan para pakar pendidikan untuk turun ke bawah ikut langsung dalam proses pembelajaran yang ada di sekolah-sekolah secara merata dari Sabang sampai Merauke. Karena bagaimana juga pengalaman turun ke lapangan merupakan dasar teori yang tepat untuk kita dapat merumuskan sesuatu dan untuk dapat digunakan bagi kepentingan bangsa. Intinya adalah dari Rakyat dan untuk Rakyat dan demi kemakmuran rakyat.

Kamis, 16 Juni 2011

Mom..

"Mom??....."

by Edo Asido on Friday, June 17, 2011 at 8:46am
Kubuka lembar demi lembar halaman buku itu yg ku lht hnylah balutan kertas putih tanpa goresan tinta.,ku terus buka dan buka lembaran lainnya hingga.....MAtaku tertuju pada lembaran terakhir buku tsb dan kumelihat goresan gambar oleh pensil seorang anak kecil yg memberi minum ibunya yg terbaring kaku di emperan kaki lima. Ku lihat begitu tulusnya ia memberi minum pada ibu tersebut, air mata menetes di pipinya dan seolah ingin mengatakan pada ibunya, "Ibu, ini aku anakmu. Bangun Ibu....Aku belum bisa memberikan yang terbaik untukmu. Jangan pergi....." dan sebuah jawaban ku lihat dari raut wajah kaku perempuan tersebut yg tersenyum tanpa dapat berbicara mengisyaratkan anaknya telah memberinya minum tuk terakhir x nya, hal yg pertama dan terakhir yg dilakukannya. "Terima kasih anakku, engkau membantuku menutup mataku."
itulah hal yang terbaik telah diperbuat anaknya untuknya selama 30 tahun dia hidup..

" I Love U Mom!"
My crowded room, Friday 17 June, 2011 (asido) 

It's me...